Jumat, 20 November 2015

JASA MEMBUAT FILTER AIR TANPA BAHAN KIMIA Hub 081384681151




FIRONA MINI WATER TREATMENT TECHNOLOGY.
Kini, anda tidak perlu pusing memikirkan air dirumah atau tempat usaha anda airnya kotor, keruh da kuning. Sudah ada solusinya filter secara otomatis bekerja menjernihkan air  dirumah anda. Dari tahun 2002 kami sudah menciptakan alat ini dengan hasil yang sangat memuaskan dan sudah banyak digunakan oleh banyak orang da tempat, seperti komplek perumahan, perkantoran, perkebunan, prabrik, base camp pertambangan, hotel, rumah sakit, puskesmas, perusahaan BUMN maupun swasta, dll.

FIRONA WATER FILTER Tidak membutuhkan tempat yag luas untuk mendapatkan tabung filter, cukup dekat pompa sumur dirumah atau tempat usaha Anda.
FIRONA WATEWR FILTER mempunyai fungsi dankelebihan sebagai berikut :
-          Menjernihkan Air dengan  cepat, menghilangkan racun racun dalam air.
-          Full otomatis swich bila ditoren Anda penuh atau habis .
-          Hemat listrik hanya 125 watt (khusus Rumah Tangga).
-          Tidak mengunakan bahan kimia
-          Media filter tidak perlu diganti ganti selama pemakaian, amet tahan lama.
-          Mudah perawatannya hanya dengan backwash selama  15 menit, air kembali bersih da jernih.
-          Betuknya sagat simple memiliki nilai estetika, tidak memakan tempat dirumah.

FIRONA WATEWR FILTER tersedi adalam ukuran dari yang terkecil 400 liter/jam, 500 liter/jam, 1000/jam, sampai dengan kapasitas besar 15.000/jam.
CV FIRONA DUTA TIRTA
Water Treatmet Plant & Sewage and Waste Water, Treatment Contractor
CV FIRONA DUTA TIRTA adalah perusahaan yang mengkususkan dalam layanan design, pengadaan, fabrikasi da pemasangan  Instalasi Air bersih, Air Limbah, dan sanitasi untuk perusahaan dan perumahan, hotel, apartemen, pasar dan mall, klinik, rumah sakit, gedung perkantoran, minyak dan gas serta indrustri.
CV FIRONA DUTA TIRTA selalu perduli dan berkomitme peuh utuk memberi kepuasan kepada pelanggan melalui layanan dan kwalitas terbaik dengan didukung peralatan yang memadai dan tenaga ahli dibidangnya. serta berusaha mejadi mitra terbaik seiring dengan kondisi lingkungana.
Untuk itu CV FIRONA DUTA TIRTA, melayani :
Water-Waste Water-Sewage Treatment Plant, Biogas Installation plant and sanitation, Design, Fabrication, construction, Install, comissionig, Testing, Operation, serta Maintenance,Dll.
Aulia Advertising
Up. Cahyo
Telp. 0813 8468 1151, 0856 7386 103
PIN BB 7d3a4c69
CP sms/WA 0813 8468 1151
Email : nurcahyono208@gmail.com

Al-Islam edisi 780, 1 Shafar 1437 H – 13 November 2015 M


MENYINGKAP PERAN DAN KEPAHLAWANAN UMAT ISLAM DALAM SEJARAH

Di Istana Negara, Jakarta, Kamis, (5/11/2015), Presiden Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 5 tokoh yang dianggap berjasa terhadap bangsa dan negara. Pemberian gelar tersebut sesuai dengan Keppres No 116/TK/Tahun 2015 tanggal 4 November 2015 (news.liputan6.com, 05/11)
Satu dari lima orang yang diberi gelar pahlawan nasional tahun ini adalah Ki Bagoes Hadikoesoemo. Beliau pernah menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tahun 1945. Kiprah beliau sangat kental dengan spirit penegakan Islam. 

“Kejahatan” Terhadap Sejarah
Mayoritas pahlawan di negeri ini adalah Muslim. Namun, kepahlawanan mereka, termasuk pengungkapan sejarah mereka, lebih sering disifati dengan sifat nasional, bukan dengan spirit Islam. Ini tentu merupakan ”kejahatan” terhadap sejarah, yang berujung pada pengaburan peran Islam dalam sejarah bangsa dan negara ini.
Setidaknya ada tiga ”kejahatan” terhadap sejarah itu. Pertama: Penguburan sejarah. Penggalan sejarah tidak diungkap atau jarang dimasukkan dalam kajian dan pembelajaran sejarah. Salah satu contohnya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan adalah untuk mengenang peristiwa heroik yang terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Peristiwa heroik itu tak lepas dari adanya Resolusi Jihad yang ditandatangani oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Pada 21 Oktober 1945, para konsul NU se-Jawa dan Madura berkumpul di Kantor ANO (Ansor Nahdlatul Oelama) di Jl. Bubutan VI/2 Surabaya. Setelah rapat maraton, pada 22 Oktober dideklarasikan seruan jihad fi sabilillah yang dikenal sebagai Resolusi Jihad. Salah satu poin Resolusi Jihad itu menyerukan bahwa perang melawan penjajah adalah fardhu ’ain bagi yang berada dalam jarak 94 km dari tempat masuk dan kedudukan musuh (yakni Surabaya). Adapun bagi yang di luar itu, perang (jihad) adalah fardhu kifayah. Dinyatakan pula bahwa siapa yang gugur dalam jihad itu maka ia menjadi syuhada’.
Resolusi Jihad itu mendorong puluhan ribu Muslim bertempur melawan Belanda dengan gagah berani. Pasukan terdepan yang bertempur kala itu antara lain: Laskar Hizbullah pimpinan KH Zainul Arifin, Laskar Sabilillah pimpinan KH Masykur, Barisan Mujahidin pimpinan KH Wahab Chasbullah; PETA, separuh batalionnya dipimpin oleh para kiai NU, Tentara Keamanan  Rakyat (TKR) dan lainnya. Resolusi Jihad itulah—yang kemudian dikukuhkan dalam Konggres Umat Islam di Yogyakarta 7-8 November 1945—yang juga menggerakkan perlawanan para kiai, ulama, santri dan umat Islam di wilayah-wilayah lainnya.
Peristiwa heroik 10 November di Surabaya itu selalu disebut-sebut dan diperingati sebagai Hari Pahlawan. Anehnya, Resolusi Jihad serta peran para kiai, ulama, santri, Laskar Hizbullah dan Sabilillah serta umat Islam yang bertempur dengan spirit jihad justru seolah sengaja dikubur atau digelapkan. Dalam buku sejarah, peristiwa penting itu tidak ditulis. Padahal bila sejarah pergerakan kemerdekaan ditulis secara jujur, mestinya akan terbaca sangat jelas peran besar para santri yang tergabung dalam Hizbullah dan para kiai yang tergabung dalam Sabilillah, dalam periode mempertahankan kemerdekaan.
Kejahatan kedua: Pengaburan peristiwa sejarah. Contoh: Siapa sebenarnya inspirator kebangkitan nasional melawan penjajah? Bila sejarah mencatat secara jujur, mestinya bukan Boedi Oetomo, melainkan Syarikat Islam (SI) yang merupakan pengembangan dari Syarikat Dagang Islam (SDI) yang antara lain dipimpin oleh HOS Cokroaminoto. Inilah yang harus disebut sebagai cikal bakal kesadaran nasional melawan penjajah. Sebagai gerakan politik, SI ketika itu benar-benar bersifat nasional, ditandai dengan keberadaannya di lebih dari 18 wilayah di Indonesia, dengan tujuan yang sangat jelas, yakni melawan penjajah Belanda. Sebaliknya, Boedi Oetomo sesungguhnya hanya perkumpulan kecil, sangat elitis, dikalangan priyayi Jawa, serta tidak memiliki spirit perlawanan terhadap Belanda.
Kejahatan ketiga: Pengaburan konteks peristiwa sejarah. Contoh: Kebangkitan Nasional ditetapkan berdasarkan pada kelahiran Boedi Oetomo, bukan Sarekat Islam. Hari Pendidikan Nasional juga bukan didasarkan pada kelahiran Muhammadiyah dengan sekolah pertama yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912, tetapi pada kelahiran sekolah Taman Siswa pada tahun 1922. Mengapa demikian? Sebab, bila kelahiran Sarekat Islam dan Muhammadiyah dengan sekolah pertamanya yang dijadikan dasar, maka yang akan mengemuka tentu adalah spirit atau semangat Islam. Dalam setting kepentingan politik penguasa saat itu, hal itu sangat tidak dikehendaki.
Padahal spirit Islam sesungguhnya telah lama menjadi dasar perjuangan kemerdekaan pada masa lalu. Peperangan selama abad ke-19 melawan Belanda tak lain atas dorongan semangat jihad melawan penjajah. Saat Pangeran Diponegoro memanggil sukarelawan, kebanyakan yang tergugah adalah para ulama dan santri dari berbagai pelosok desa. Pemberontakan petani menentang penindasan yang berlangsung terus-menerus sepanjang abad ke-19 selalu di bawah bendera Islam. Perlawanan oleh Tengku Cik Di Tiro, Teuku Umar dan diteruskan oleh Cut Nyak Dien dari tahun 1873-1906 adalah jihad melawan kape-kape Belanda. Begitu juga dengan Perang Padri. Sebutan Padri menggambarkan bahwa perang ini merupakan perang keagamaan.
Jadi, jelas sekali ada usaha sistematis untuk meminggirkan bahkan menghilangkan peran Islam dalam sejarah perjuangan kemerdekaan serta menghilangkan spirit  Islam dari wajah sejarah bangsa dan negara ini.

Spirit Penegakan Islam
Spirit penegakan Islam di negeri ini juga sangat kental. Di antaranya tampak dalam pembelaan KH Wahid Hasyim terhadap Islam dan pemerintahan Islam.
Sebagaimana diketahui, Presiden Soekarno dalam kunjungan ke Amuntai Kalimantan Selatan pada Januari 1953 menyatakan, jika negara berdasarkan Islam maka akan terjadi separatisme sejumlah daerah yang mayoritas non-Muslim. Artinya, negara berdasarkan Islam akan menyebabkan perpecahan.
KH Wahid Hasyim yang menjadi ketua NU kala itu menanggapi pernyataan itu dengan keras. Beliau menulis, pernyataan bahwa pemerintahan Islam tidak akan dapat memelihara persatuan bangsa, menurut pandangan hukum Islam, adalah perbuatan mungkar yang tidak dibenarkan oleh syariah Islam. Wajib atas tiap-tiap orang Muslim menyatakan ingkar atau tidak setuju.
Spirit penegakan Islam dalam bernegara juga tampak kental dalam kiprah perjuangan Ki Bagus Hadikusumo. Hal itu tampak dalam pidatonya di depan BPUPKI tahun 1945 yang kemudian dibukukan oleh putra beliau, Djarnawi Hadikusumo, pada 1957 dengan judul, ”Islam Sebagai Dasar Negara: Seruan Sunyi Seorang Ulama”.
Di antaranya Ki Bagus menyatakan, “Bagaimanakah dan dengan pedoman apakah para nabi itu mengajar dan memimpin umatnya dalam menyusun negara dan masyakarat yang baik? Baiklah saya terangkan dengan tegas dan jelas, ialah dengan bersendi ajaran agama.” Ki Bagus kemudian meminta, “…Bangunkanlah negara di atas ajaran Islam.” 
Dalam risalah sidang BPUPKI terungkap, Ki Bagus menyatakan, “Dalam negara kita, niscaya tuan-tuan menginginkan berdirinya satu pemerintahan yang adil dan bijaksana, berdasarkan budi pekerti yang luhur, bersendi permusyawaratan dan putusan rapat, serta luas berlebar dada tidak memaksa tentang agama. Kalau benar demikian, dirikanlah pemerintahan itu atas agama Islam karena ajaran Islam mengandung kesampaiannya sifat-sifat itu.” Beliau juga menyatakan, “Supaya negara Indonesia merdeka itu dapat berdiri tegak dan teguh, kuat dan kokoh, saya mengharapkan akan berdirinya negara Indonesia itu berdasarkan agama Islam.” (Saafroedin Bahar dan Nannie Hudawati (Editor). Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) – Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 28 Mei 1945 – 22 Agustus 1945. Sekretariat Negara. Jakarta. 1998.)

Wahai Kaum Muslim:
Sejarah kiprah dan perjuangan para kiai, ulama, santri dan umat Islam dulu begitu kental dengan spirit perjuangan dan penegakan Islam. Inilah yang mesti diwarisi untuk mewujudkan kembali kehidupan yang lebih baik pada masa sekarang dan mendatang. Dalam hal ini penting bagi kita segera seperti para pejuang Islam dulu, memenuhi dan menjwab seruan Allah. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian pada suatu perkara yang memberikan kehidupan kepada kalian  (TQS al-Anfal [8]: 24).

Untuk memenuhi seruan Allah itu dan sekaligus menyambung kiprah dan perjuangan para kiai, ulama, santri dan umat Islam dulu, maka penerapan dan penegakan syariah Islam secara total dan menyeluruh di bawah pemerintahan Islam harus menjadi agenda utama umat Islam. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []


Komentar al-Islam:

“Memang ada dugaan dana bantuan sosial digunakan secara tersamar bagi kepentingan pemilihan kepala daerah, khususnya penggunaan untuk kepentingan kampanye, dan ini memberikan kontribusi terjadinya dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji. (Kompas, 10/11).

1. Yang juga tak kalah bahayanya adalah kolusi politisi-pengusaha. Akibatnya, lahir korporatokrasi; negara lebih melayani kepentingan korporasi (perusahaan), kapitalis pemilik modal dan cukong, daripada melayani kepentingan rakyat.
2. Semua itu akibat sistem politik demokrasi yang sarat modal. Selama sistem demokrasi dipertahankan, korupsi dan kolusi politisi/penguasa-korporasi akan terus terjadi. Segera tinggalkan sistem demokrasi dan ganti dengan sistem politik Islam.

Jumat, 06 November 2015

Cerita Rahasia Kenapa Di Arap Saudi Klinik Tidak Laku




Akhirnya beliau temukan jawabannya, dari salah seorang muslim di sana :

Bila kami sakit,
Ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah shalat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. In syaa Allaah sembuh dengan ijin dan kasih sayangNya.

Kalau belum sembuh,

Ikhtiar ke-dua.
Yaitu baca Al Fatihah/surat2 lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah utk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, & dijadikan jalan penyembuh sakit kami. In syaa Allah akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

Yaitu banyak2 istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi ﺻﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.
Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

Yaitu minum madu dan habbatussauda'.

Ikhtiyar yg ke-enam yaitu dengan mengonsumsi makanan herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al Qur'an.
Dan,Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter muslim yg shalih.

In syaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah SWT. Aamiin..

Wallaahu a'lam..

Kalau di Negara Berkembang, ketika kita sakit :
1. Googling di internet gejala sakit apa ya kira2.
2. Beli obat di apotik, bila sakit berlanjut
3. Datang ke dokter dan minta obat. Kalau belum sembuh juga,
4. Pindah ke dokter lain, dokternya nggak cocok, belum sembuh lagi,
5. Cari informasi temen-temen, obat herbal atau pengobatan alternatif, bila makin parah.
6. Konsultasi ke ustad, kira-kira selama di dunia dosa apa, dan amalan-amalan apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan sakit.

Selanjutnya baru bertaubat kepada Allah atas segala dosa dan khilaf dan berdoa kepada Allah memohon kesembuhan.
Itu pada umumnya yaa.....

Makanya bisnis obat-obatan di Negara-Negara Berkembang laku keras, kuliah di kedokteran keren bingiits, obat herbal booming...

Nah dari cerita dokter di Mekkah tersebut, kita seharusnya bisa mengambil pelajaran dan bisa mencontoh penduduk di sana, bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim ketika dihadapkan pada kondisi sakit. Seorang muslim hendaknya menyandarkan segala kondisinya hanya kepada Allah Ta'ala. Sehingga ketika sakitpun, ikhtiar utama (mayoritas) yang kita lakukan adalah mendekatkan diri pada Allah melalui shalat, taubat, istighfar, dan do'a. Barulah kemudian iktiyar2 yg sifatnya secara 'materi'.

Semoga saudaraku yang kini tengah sakit, segera diberi kesembuhan oleh Allah Ta'ala, semoga menjadi penggugur dosa2nya. Aamiin.

Doa sakit yang diajarkan Rasulullah:
.
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Alloh, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit. (HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191).

LAMAN IKLAN BLOG PILIH SALAH SATU..



Bale Perigi: PRICE LIST CLUSTER BALE PERIGI, Pemesan Hub Aulia ... http://baleperigi.blogspot.com/2015/09/price-list-cluster-bale-perigi-pemesan.html?spref=tw
Bale Perigi: Terima Pasang Iklan Tangsel Pos/ Tangerang Pos http://baleperigi.blogspot.com/2015/11/terima-pasang-iklan-tangsel-pos.html?spref=tw
PESONA ALAM CIPUTAT: Cluster Baru Ciputat Tangerang Selatan Serua Pamul... http://pesonaalamciputat.blogspot.com/2015/10/cluster-baru-ciputat-tangerang-selatan.html?spref=tw
PESONA ALAM CIPUTAT: Cluster Sinar Pamulang, Tangerang Selatan http://pesonaalamciputat.blogspot.com/2015/10/cluster-sinar-pamulang-tangerang-selatan.html?spref=tw
PESONA ALAM CIPUTAT: Cluster Baru Ciputat Tangerang Selatan Serua Pamul... http://pesonaalamciputat.blogspot.com/2015/09/cluster-baru-ciputat-tangerang-selatan.html?spref=tw
PESONA ALAM CIPUTAT: Cluster BaruTangerang Selatan Serua Pamulang Telp ... http://pesonaalamciputat.blogspot.com/2015/09/cluster-barutangerang-selatan-serua.html?spref=tw